PONTIANAK, SOKSIKALBARNEWS.COM – Konstelasi politik internal Partai Golkar Kalimantan Barat mulai menunjukkan arah menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) untuk masa bakti 2025–2030.
Meski jadwal resmi Musda belum ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, nama Maman Abdurahman, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koperasi dan UMKM RI, mengemuka sebagai figur terkuat calon Ketua DPD Golkar Kalbar periode mendatang.
Sinyal dukungan terhadap Maman Abdurahman semakin menguat seiring dengan pernyataan dari 14 DPD II Kabupaten/Kota, organisasi sayap, hingga hasta karya yang secara terbuka menyatakan dukungannya.
Wakil Ketua DPD Golkar Kalimantan Barat, Heri Mustamin, mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari DPP terkait waktu pelaksanaan Musda di Kalbar. DPP Partai Golkar, menurutnya, masih memprioritaskan agenda Musda di wilayah Pulau Jawa.
“Dalam konteks Musda Golkar sebenarnya bukan kapasitas saya menyampaikan lebih rinci. Tapi, informasi dari DPP Musda masih difokuskan di Pulau Jawa yang kini masih berproses terus,” ujar Heri Mustamin.
Kendati demikian, Heri memastikan bahwa struktur partai di Kalbar telah siap jika sewaktu-waktu DPP menetapkan jadwal Musda.
BACA JUGA: Soroti Data Kemiskinan Kalbar, Heri Mustamin: PHK Tinggi Harus Diantisipasi
Lebih jauh, Heri menegaskan bahwa dukungan terhadap Maman Abdurahman bukan sekadar simbolis. Ia mengungkap bahwa Maman saat ini telah mendapat restu dari hampir seluruh kekuatan utama partai di Kalbar.
“Pak Maman sendiri sampai hari ini yang saya tahu sudah didukung 14 Kabupaten dan Kota, sayap, bahkan, hasta karya juga hampir 100 persen mendukung Pak Maman memimpin Golkar,” tegasnya.
Menurut Heri, besarnya dukungan yang mengalir merupakan bentuk penghargaan atas kepemimpinan Maman Abdurahman selama periode sebelumnya, baik saat menjabat sebagai pelaksana tugas maupun sebagai Ketua DPD Golkar Kalbar definitif periode 2019–2024.
Ia juga mengungkapkan bahwa Maman telah menyatakan komitmen secara lisan untuk kembali maju dalam Musda mendatang.
“Namun, harus dipahami karena Pak Maman pejabat negara dalam posisi sebagai menteri maka harus ada beberapa hal yang harus dilakukan, misalnya koordinasi dengan Presiden,” tambahnya.
Meski begitu, Partai Golkar tetap membuka ruang demokrasi kepada kader lain yang memiliki keinginan untuk maju sebagai calon Ketua DPD Golkar Kalbar.
“Jika ada kader di luar Pak Maman yang ingin maju silahkan. Namun realita hari ini Pak Maman sudah didukung 14 Kabupaten dan Kota dan sudah didukung 10 Hasta Karya yang mendirikan partai Golkar dan yang didirikan. Termasuk juga organisasi sayap. Tapi bukan berarti menutup calon lain,” pungkas Heri.
Dengan peta dukungan yang nyaris solid, Maman Abdurahman disebut-sebut tinggal menunggu waktu untuk kembali menakhodai DPD Golkar Kalimantan Barat.












