Indonesia Siapkan Langkah Strategis Masuki Rantai Pasok Energi Bersih Global

Pertemuan antara kedua menteri ini menjadi penanda keseriusan Indonesia untuk tidak hanya berperan sebagai pengekspor bahan mentah, melainkan juga sebagai pemain utama dalam rantai pasok energi dan teknologi hijau dunia. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjadikan hilirisasi dan energi bersih sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi di masa depan.
Pertemuan antara kedua menteri ini menjadi penanda keseriusan Indonesia untuk tidak hanya berperan sebagai pengekspor bahan mentah, melainkan juga sebagai pemain utama dalam rantai pasok energi dan teknologi hijau dunia. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjadikan hilirisasi dan energi bersih sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi di masa depan.
banner 120x600

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pemerintah tengah menyiapkan strategi besar untuk memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok energi global.

Pernyataan ini disampaikannya setelah melakukan pertemuan dan makan siang bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

“Dalam kesempatan ini kami membahas sejumlah isu penting, salah satunya kebijakan Amerika Serikat yang memprioritaskan rantai pasok energi, termasuk bahan baku mineral kritis, teknologi energi bersih, dan manufaktur energi terbarukan,” ujar Airlangga dalam keterangannya di akun Instagram resminya,

Airlangga menilai bahwa kebijakan Amerika Serikat tersebut menjadi peluang strategis yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia.

Negara ini dinilai memiliki posisi penting dalam penyediaan mineral kritis dan sumber energi terbarukan yang tengah dibutuhkan dunia.

“Hal ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas kemitraan strategis, khususnya dalam bidang ekspor energi mineral strategis, kerjasama teknologi, transfer teknologi, dan investasi,” lanjut Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2017–2024 ini.

Lebih lanjut, Airlangga menekankan bahwa pemerintah melihat kebijakan global ini sebagai momentum penting untuk melakukan diversifikasi pasar ekspor, meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri, serta memperkuat peran Indonesia dalam ekosistem energi bersih global.

Transformasi tersebut, menurutnya, tak hanya soal ekonomi, tetapi juga menyangkut keberlanjutan dan daya saing jangka panjang.

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga dan Bahlil juga membahas arah kebijakan hilirisasi nasional.

Hilirisasi dinilai sebagai elemen kunci dari agenda besar pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi dan industrialisasi berbasis sumber daya lokal.

“Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan terus mengakselerasi peningkatan kapasitas hilirisasi dan ketahanan energi. Penguatan tata kelola energi menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan, meningkatkan nilai tambah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau berkelanjutan,” ungkapnya.

Airlangga juga menambahkan bahwa koordinasi lintas kementerian akan diperkuat guna menyusun kebijakan strategis yang mampu menjawab tantangan global sekaligus membuka ruang partisipasi aktif sektor swasta dalam transformasi energi nasional.

Pertemuan antara kedua menteri ini menjadi penanda keseriusan Indonesia untuk tidak hanya berperan sebagai pengekspor bahan mentah, melainkan juga sebagai pemain utama dalam rantai pasok energi dan teknologi hijau dunia.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjadikan hilirisasi dan energi bersih sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *